Pembekalan Aktivis CU SKS dengan Metode ABCD
Pembekalan Aktivis dengan Metode ABCD,
Dalam upaya pemberdayaan masyarakat, penting bagi para aktivis CU SKS untuk memiliki bekal pendekatan yang tepat dan menyentuh akar permasalahan sekaligus potensi yang dimiliki oleh Anggota CU SKS. Salah satu pendekatan yang relevan dan terbukti efektif adalah metode ABCD (Asset Based Community Development) atau Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset.
Problem Solving dan Appreciative Inquiry: Dua Perspektif yang Saling Melengkapi
Dalam pembekalan aktivis, peserta diajak memahami dua pendekatan penting:
Problem Solving (Need-Based)
Pendekatan ini berfokus pada kebutuhan atau permasalahan yang ada di masyarakat. Aktivis dilatih untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi komunitas, seperti kemiskinan, pengangguran, pendidikan rendah, atau fasilitas yang tidak memadai. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk mencari solusi yang relevan dan langsung menyasar masalah.
Appreciative Inquiry (Asset-Based)
Di sisi lain, pendekatan Appreciative Inquiry mengajak komunitas untuk melihat kekuatan, potensi, dan aset yang dimiliki. Pendekatan ini bertanya: “Apa yang sudah berjalan dengan baik?” atau “Aset apa yang bisa dikembangkan untuk memperkuat komunitas?”.
Kedua pendekatan ini tidak harus saling menggantikan, melainkan bisa digabungkan dalam proses pembelajaran, sehingga komunitas mampu memetakan masalah sekaligus mengenali kekuatan mereka untuk menyelesaikannya.


Dalam pertemuan diklat Pembekalan Aktivis CU SKS peserta yang hadir di ajak untuk diskusi dan di bagi menjadi 3 kelompok, dimana setiap kelompok membahas aset apa saja yang di miliki anggota. selain diskusi mengenai aset apa saja yang di miliki anggota CU SKS per komunitas teritory, ada juga diskusi ke dua dimana peserta di ajak menganalisis apa saja sumber pendapatan anggota, pengeluaran anggota dan dari pengeluaran anggota mana yang bisa di jadikan sumber pendapatan anggota tersebut.
Tahapan 4D dalam Pemberdayaan dengan Metode ABCD
Dalam implementasinya, metode ABCD dilakukan melalui empat tahapan yang dikenal sebagai 4D (Discover, Dream, Design, Deliver):
Discover :
Komunitas bersama-sama mengidentifikasi aset dan kekuatan yang sudah ada di sekitar mereka, baik berupa sumber daya manusia, sosial, ekonomi, maupun lingkungan.
Dream :
Komunitas diajak untuk membayangkan masa depan ideal yang ingin mereka capai dengan memanfaatkan kekuatan yang telah ditemukan.
Design :
Bersama-sama menyusun rencana aksi dan program-program yang realistis dan sesuai dengan mimpi serta aset yang tersedia.
Destiny :
Tahapan pelaksanaan atau implementasi rencana secara kolaboratif, dengan keterlibatan aktif seluruh elemen komunitas.
Aset Apa Saja yang Harus Ditemukan dalam Pemetaan Aset?
Dalam metode ABCD, aset yang dipetakan mencakup:
1. Aset Individu
2. Aset Alam
3. Aset Paguyuban
4. Aset Lembaga
5. Infrastruktur
6. Aset Bisnis/Ekonomi
Manfaat Analisa "Ember Bocor" dalam Sebuah Komunitas
Salah satu alat yang juga diajarkan dalam pembekalan ini adalah analisa Ember Bocor. Analisa ini digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana komunitas memiliki banyak sumber daya atau bantuan, namun hasilnya tidak maksimal karena ada kebocoran di beberapa titik.
Kesimpulan:
Pembekalan aktivis dengan metode ABCD bukan hanya soal mendampingi masyarakat menyelesaikan masalah, tetapi juga mengangkat potensi yang sudah ada. Dengan menggabungkan pendekatan Problem Solving dan Appreciative Inquiry, serta memahami tahapan 4D, pemetaan aset, dan konsep seperti Analisa Ember Bocor, para aktivis dibekali untuk menjadi fasilitator yang mampu menggerakkan perubahan yang berkelanjutan dan berbasis kekuatan lokal.





